--> Skip to main content

Bagian Bagian BIOS dan Fungsinya | Harus Anda Ketahui

Assalamualikum Wr. Wb - hai apakabar semua, selamat datang dan berjumpa kembali bersama saya dii Malbra News. kali ini saya akan berbagi sebuah pengetahuan yang penting, khususnya buat kalian yang belom tahu. kata BIOS bukanlah hal asing, tapi saya rasa untuk fungsi-fungsi menu didalamnya, jarang di ketahui, untuk itu kali ini saya akan menjelasakannya. ok langsung saja yu kita simak..!

Apa itu Bios?

Berikut Pengertian & Fungsinya. BIOS ( Basic Input Output System ) merupakan sebuah sistem dasar dalam sebuah personal komputer yg berfungsi sebagai pengatur proses input & output data dalam sebuah personal komputer , program ini mempunyai peran menjadi pengatur fungsi – fungsi berdasarkan perangkat keras personal komputer sehingga bisa dibilang program BIOS adalah program dasar yg terdapat dalam sistem komputer. BIOS sendiri mempunyai peran yg relatif penting dalam sistem komputer. Tanpa adanya BIOS, komputer tidak akan bisa beroperasi secara normal & bahkan tidak bisa hidup sama sekali.

Meskipun program ini adalah program penting pada sebuah sistem komputer, masih banyak pengguna komputer yg tidak mengetahuinya. Hal ini dikarenakan jarang sekali yang mengoperasikannya, terkecuali bila komputer tadi mengalami masalah atau akan melakukan installasi sistem operasi. Selain itu program BIOS tidak tersimpan dalam Harddisk komputer seperti aplikasi – aplikasi komputer lainnya, akan tetapi disimpan pada sebuah Chip dalam Mainboard yg dianggap menggunakan ROM.
Baca Juga : Cara cloning Hardisk Dengan Mudah

Chip BIOS yang banyak digunakan yaitu :

  1. Award BIOS
  2. AMI BIOS
  3. PHOENIX
  4. IBM BIOS

Fungsi BIOS

Secara garis besar, fungsi BIOS merupakan pengatur proses startup dalam sebuah komputer. Dimana dalam proses tersebut, BIOS akan meriksa & memastikan kesiapan berdasarkan perangkat – perangkat keras yg terpasang dalam Motherboard, Selain itu BIOS juga akan memastikan sistem operasi sudah siap & terpasang dalam memori penyimpanan. Selain fungsi BIOS yg utama tersebut terdapat beberapa fungsi lainnya sebagaiberikut :

1. Memberikan Informasi Dasar Sistem Komputer

dengan adanya BIOS dalam sebuah komputer, pengguna dapat mengetahui spesifikasi hardware yang terpasang pasa komputer, serta memberikan informasi mengenai tahapan - tahapan interaksi hardware yang berjalan pada komputer.

2. Mengatur Konfigurasi Dasar Sistem Komputer

BIOS juga bisa dipakai untuk mengatur konfigurasi dasar sistem komputer, misalnya mengaktif & menonatifkan perangkat – perangkat yg terpasang dalam komputer sesuai kebutuhan, serta biasa dipakai untuk mengatur waktu & tanggal dalam proses booting komputer.

3. Menjalankan Perintah Power On Self Test ( POST )

Sebagain sarana dalam menjalankan perintah Power On Self Test. Perintah ini dipakai supaya pengguna bisa mengetahui tingkat compatibelitas sistem operasi yg nanti bisa dipakai dalam komputer tersebut.

4. Memuat & Menjalankan Sistem Operasi Komputer

Fungsi pertama BIOS saat komputer di nyalakan adalah mengecek kesiapan dari sistem operasi yang tersimpan dalam harddisk untuk selanjutnya dimuat dan dijalankan.

5. Membantu Sistem Operasi Dan Aplikasi Mengatur Hardware Komputer

Pada ketika komputer telah hidup sempurna, pengguna kadang ingin melakukan pengaturan perangkat – perangkat keras yg terpasang dalam komputer. BIOS menjadi program dasar mempunyai peran penting dalam proses ini untuk membantu sistem operasi maupun aplikasi pada mengatur hardware – hardware personal komputer.
Baca Juga : Cara Ketahui Terakhir Install Komputer

Cara Mudah masuk ke Bios

  1. Hidupkan Komputer
  2. Tekan Tombol (Del /F2/F12/F11) berulang kali pada saat booting
  3. Muncul menu utama BIOS


Bagian Bagian BIOS dan Fungsinya

Berikut bagian - bagian bios pada umumnya, yang harus anda ketahui :

Standart CMOS Setup

Menu untuk mengatur konfigurasi standar setup BIOS, seperti mengatur tanggal, jam, harddisk, floppy disk, dan sebagainya. Date : Diisi dengan tanggal, bulan, tahun, saat kita menseting bios.Tekanlah tombol Page Up atau Page Down untuk setiap kali melakukan perubahan setting.

  1. Time : Diisi dengan waktu (jam, menit dan detik).
  2. Harddisk : Berisi spesifikasi Type, Size, Cyls, Head, Landz, dan Sector harddisk. Dan bias juga mengkonfigurasi Mode harddisk sesuai dengan spesifikasi harddisk.
  3. Drive A, Drive B : Berisi tipe floppy disk drive yang terpasang pada komputer. Settinglah floppy disk drive pada field ini sesuai tipe yang digunakan. Atau, pilihlah “None” jika floppy disk drive tidak dipasang.
  4. Video : Berisi tipe kartu grafis yang digunakan komputer. Pilihan yang diberikan biasanya “EGA/VGA. Pilihan lain yaitu : CGAA40, CGA80 atau MONO. Pilihlah salah satu type sesuai jenis kartu grafis yang digunakan.
  5. Halt On : Berisikan perintah yang dilakukan komputer termasuk menentukan waktu komputer berhenti bekerja (halt). Pilihlah “All Errors” sehingga komputer akan berhenti bekerja (halt) ketika terjadi kesalahan pada sistem.
Baca Juga : Macam-macam Peringatan POST


BIOS Features Setup

Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh BIOS, seperti : mencegah virus, menentukan awal booting, mempercepat booting, dan sebagainya.
  1. Virus Warning : Berfungsi mendeteksi dan mencegah penyebaran virus. (pilih “disabled”)
  2. CPU Internal Cache : Berfungsi mengaktifkan dan menonaktifkan (enable/disable) CPU Internal Cache (cache-memory level 1) yang ada pada prosesor sebagai penampung data sementara akan diolah oleh prosesor. (pilih “enabled”)
  3. External Cache : Berfungsi meningkatkan performa sistem. (pilih “enabled”). Dengan pilihan tersebut sistem akan menggunakan cache memory lain yang ada pada sistem untuk menampung sementara data yang akan diproses oleh prosesor.
  4. Quick Power On Self Test : Berfungsi memeriksa komponen-komponen komputer pada saat melakukan cold boot. Apabila memilih “disabled”, komputer akan melakukan proses lebih lama, seperti memeriksa memori hingga tiga kali. Pilih “enabled”, agar komputer melakukan proses lebih singkat dan cepat
  5. Boot Sequence : Berfungsi menentukan urutan proses booting. Pilihlah “C Only”. agar komputer melakukan booting hanya dari harddisk. Jika urutan booting dimulai dari floppy disk drive, ubahlah menjadi “A"
  6. Swap Floppy Drive : Berfungsi menukar posisi drive A dan drive B. Jika memilih “enabled”, drive A akan menjadi drive B, demikian sebaliknya. Apabila komputer hanya memiliki drive A, pilihlah “disabled” sebagai pilihan yang lebih aman.
  7. Boot Up Floppy Seek : Berfungsi mengetahui jenis track yang digunakan oleh disk drive. Pilih “disabled” untuk mempercepat booting.
  8. Boot Up Numlock Status : Berfungsi mengaktifkan tombol numlock pada saat komputer boot. Pilih, “on” agar BIOS mengaktifkan fungsi numlock extended At-keyboard pada saat booting. Anda juga dapat memilih “off”.
  9. Boot Up System Speed : Berfungsi menentukan keadaan komputer pada saat boot up. Pilihlah “high”, agar komputer melakukan proses lebih cepat.
  10. Security Option : Berfungsi menentukan kapan password akan diaktifkan. Jika memilih “setup”, komputer akan meminta password pada saat BIOS-setup dijalankan. Dan jika memilih “System”, komputer akan meminta password pada setiap kali komputer melakukan booting. Konfigurasilah security option sesuai kebutuhan Anda.
  11. OS Selector for Dram : > 64 MB Berfungsi menentukan konfigurasi kapasitas memori yang digunakan. Jika menggunakan memori lebih dari 64 MB, pilihlah “OS2″. Jika menggunakan memori lebih kecil dari 64 MB, pilihlah “Non-OS2″.
Baca Juga : Cara Recovery Data

Chipset Feature Setup

Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
  1. Power Management Setup : Menu untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.
  2. HDD Power Down : Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
  3. VGA Active Monitor : Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
  4. PNP/PCI Configuration : Menu untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
  5. Integrated Pheriperals ; Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.
  6. Load Setup Defaults : Menu untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
  7. Supervisor Password:Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
  8. User Password : Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
  9. IDE HDD Auto Detiction : Menu untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
  10. HDD Low Level Format ; Menu untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
  11. Save & Exit Setup ; Menu untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
  12. Exit Without Saving : Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.


sekian yang bisa saya sampaiakan semoga bermanfaat, mohon maaf bila ada kjesalahan dalam menulis
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
voucer